Selasa, 16 Juni 2015

Kegunaan .htacees Pada Sebuah Website

File .htaccess merupakan file konfigurasi yang disediakan oleh web server Apache, yang biasanya digunakan untuk mengubah setting default dari Apache. Kita ketahui untuk saat ini sebagian besar hosting web di internet menggunakan Apache sebagai servernya sehingga bagi para pengelola web harus belajar tentang .htaccess supaya dapat melakukan modif terhadaf settingan default dari server.


File .htaccess adalah fil text ASCII sederhana yang biasanya diletakkan di direktori root. File ini diharuskan dalam format ASCII bukan format binary dan untuk file permission (atribut file) pada server hosting harus diset 644 (rw-r-r). Hal ini bertujuan agar server dapat mengakses file .htaccess, tapi mencegah user untuk mengakses file .htaccess dari beowser mereka. Karena file .htaccess diletakkan di direktori root maka file ini dapat digunakan untuk mengubah konfigurasi dari subdirektori-subdirektori yang ada di dalam direktori root. Sehingga untuk satu website biasanya kita cukup menediakan satu file .htaccess saja yang kita letakkan di dalam direktori root. Kode perintah yang ada di dalam file .htaccess harus ditempatkan dalam satu baris.

Sampai disini bisa dimengerti kan..... ? Baikalah lanjut,

Mungkin anda bertanya-tanya apa yang dapat di lakukan oleh .htaccess atau mungkin anda sudah membaca tentang hal tersebut, tapi tidak menyadari bahwa banyak hal yang dapat anda lakukan dengan file .htaccess. Berikut beberapa fungsi file .htaccess dan kode script yang harus dituliskan untuk menjalankan fungsi tersebut:

1. Membuat halaman pesan kesalahan sendiri
Dengan menggunakan file .htaccess anda dapat membuat halaman pesan kesalahan yang dapat digunakan untuk website anda sendiri dan tidak lagi menggunakan settingan default dari server.
Dengan menggunakan halaman pesan kesalahan sendiri dapat membuat website anda terlihat lebih profesional dalam menangani kesalahan yang terjadi bahkan juga mengijinkan anda untuk membuat script yang dapat memberitahu anda apabila terjadi kesalahan.

Anda dapat menggunakan pesan kesalahan anda sendiri selama anda mengetahui kode yang digunakan (seperti 404 untuk halaman tidak dapat di temukan/page not found) dengan menambahkan perintah di bawah ini ke dalam file .htaccess anda:

ErrorDocument kode /file.html atau
ErrorDocument kode http://www.domain.com/file.php

Sebagai contoh jika anda mempunyai file notfound.html di dalam root direktori dari website anda dan ingin menggunakannya untuk 404, anda dapat menggunakan baris di bawah ini :

ErrorDocument 404 /notfound.html atau
ErrorDocument 404 http://www.domain.com/notfound.php

Jika file tersebut tidak berada dalam root direktori dari website anda, anda hanya perlu menambahkan struktur direktori kedalamnya, contoh :

ErrorDocument 404 /error/notfound.html

Berikut adalah pesan kesalahan yang sering terjadi:
401 - Authorization Required
400 - Bad request
403 - Forbidden
500 - Internal Server Error
404 - Wrong page

Kemudian, yang perlu anda lakukan adalah membuat file untuk menampilkan pesan kesalahan ketika kesalahan itu terjadi dan upload file-file tersebut, jangan lupa upload juga file .htaccess anda.

2. Bagaimana membatasi akses ke direktori berdasarkan IP address dengan menggunakan .htaccess file ?
Cara ini dapat dikatakan cara yang efektif untuk melindungi direktori yang ada dalam sebuah domain/site. Folder-folder selain yang terletak di dalam folder public_html juga dapat di lindungi dengan cara yang sama. Metode ini hanya dapat berjalan apabila anda memiliki account hosting dengan static IP address sendiri. Siapa saja yang berusaha mengunjungi direktori yang sudah di lindungi akan mendapatkan pesan kesalahan 403 Forbidden error.

Langkah-langkah untuk membuatnya :
Di direktori yang ingin anda lindungi buat atau buka .htaccess file.
Taruh kode di bawah ini dan ganti 192.168.0.1 yang ada di dalam contoh ini dengan IP Address yang ingin anda ijinkan.

Order Deny,Allow
Deny from all
Allow from 192.168.1.1

Anda dapat memasukkan sebagian dari IP Address, seperti, 192.168.1
Anda dapat menambahkan IP Address lainnya dengan memisahkannya dengan tanda koma, seperti ini

192.168.1.1, 192.168.1. 5

Simpan file .htaccess Anda

3. Memblokir alamat IP tertentu,
Hal ini jika kita ingin agar alamat IP tertentu tidak dapat mengakses website yang kita miliki maka kita dapat menggunakan kode sebagai berikut:

Order Deny,Allow
allow from all
deny from 111.222.111.000

Maksud baris di atas adalah semua alamat IP akan diperbolehkan mengakses website kita kecuali alamat IP 111.222.111.000, sedangkan bila kita ingin memblokir alamat IP yang memeliki rentang dari sekian sampai dengan sekian maka kita perlu menambahkan kode:

deny from 111.222.111.

maksudnya adalah alamat IP dari 111.222.111.0-100 akan diblokir. Pengaturan yang kita lakukan ini juga akan terjadi seperti kita melakukannya di control panel (IP deny manager). Jika kita ingin memblokir berdasarkan alamat website, kita perlu menambahkan pada baris berikutnya sesuai dengan nama website yang akan diblokir dengan didahului tanda titik. contohnya:

deny from .domain.com

Selain itu kita dapat melakukan redirek halaman ketika kita akan melakukan perbaikan pada website atau blog kita, dan agar pengunjung langsung menuju ke halaman yang telah kita tentukan maka kita perlu menambahkan kode berikut ini:

order deny,allow
deny from all
allow from 192.168.1.1
ErrorDocument 403 /istirahat.html
<Files istirahat.html>
allow from all
</Files>

Maka ketika pengunjung lain yang datang akan langsung melihat halaman istirahat.html sedangkan alamat IP 192.168.1.1 (misalnya alamat IP punya kita) dapat mengakses website dengan normal (bukan halaman istirahat.html).

4. Canonicalization
Trik htaccess paling umum adalah mengetahui apakah halaman home website anda memiliki masalah canonicalization atau tidak. Canonicalization adalah satu website yang halaman homenya memiliki sejumlah format URL yang berbeda. Contohnya: http://www.domain.com, domain.com, http://www.domain.com/index.html, domain.com/index.html.

Canonicalization tidak bagus untuk SEO website anda sebab traffik menuju halaman home dihitung sebagai URL yang berbeda, meskipun isinya sama. Anda bisa mengatasi caninicalization dengan menambah script berikut pada file .htaccess anda. Script berikut akan memaksa berbagai format URL anda ke format http://www.domain.com:
Options +FollowSymLinks
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^domain.com
RewriteRule (.*) http://www.domain.com/$1 [R=301,L]
RewriteCond %{THE_REQUEST} ^[A-Z]{3,9}\ /index\.html\ HTTP/
RewriteRule ^index\.html$ http://www.domain.com/ [R=301,L]

5. Mematikan dan menampilkan directory listing
Menampilkan directory listing pada website bisa jadi merupakan salah satu masalah sekuriti yang harus diperhatikan. Sebab file-file apa saja yang ada di website anda bisa diketahui dengan musah oleh orang lain. Nah, sebaris kode berikut dapat mendisable directory listing pada website anda:
Options –Indexes

Untuk mengijinkan Directory Listing anda dapat menghapus line tersebut atau mengganti tanda - dengan tanda +.

6. Menyembunyikan jenis file tertentu dari directory listing
Atau jika anda memilih untuk tetap membiarkan directory listing anda menyala, anda bisa menyembunyikan jenis file tertentu agar disembunyikan dari directory listing.
IndexIgnore *.gif *.zip *.txt

7. Redirect halaman atau direktori
Misalnya kita membuat ulang seluruh website, lalu me-rename nama halaman atau direktori. Maka pengunjung halaman lama akan mendapat Error 404 File Not Found. Masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan redirect dari halaman lama ke halaman yang baru. Contohnya jika nama halaman lama adalah lawas.php dan nama halaman baru adalah anyar.php. Maka Anda bisa menambah sebaris kode berikut:

Redirect 301 /lawas.php http://www.domain.com/anyar.php atau
Redirect permanent /lawas.php http://www.domain.com/anyar.php
Sedangkan jika yang direname adalah nama direktorei, maka perintahnya adalah:
Redirect 301 /olddirectory http://www.domain.com/newdirektori/ atau
Redirect permanent /olddirectory http://www.domain.com/newdirektori/

8. Mencegah eksplorasi pada direktori.
Misalnya kita memiliki banyak file pada direktori tertentu, maka untuk mencegah pengunjung melihat keseluruhan dari isi direktori tadi maka kita perlu menambahkan file index.php pada setiap direktori akan tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan dan sebagai gantinya kita hanya perlu menambahkan kode berikut ini:
Options All -Indexes
Sehingga setiap pengunjung yang mengetikkan url seperti ini, misalnya: http://www.domain.com/download maka akan timbul pesan error “404″ atau langsung me-redirect pada halaman lain sesuai dengan pengaturan yang kita lakukan.

9. Menggunakan file selain dari index.* di website
Secara default, halaman pertama dari website anda adalah index.* file karena file inilah yang akan pertama kali di cari oleh browser pengunjung, begitu mereka mengunjungi website. Tetapi mungkin dari kita ada yang berkeinginan untuk merubah websitenya untuk menggunakan nama file lain selain index.*.

Untuk melakukan hal ini cukup mudah dengan menggunakan .htaccess file dan perintah "Redirect 301". Redirect ini biasa digunakan untuk mengalihkan pengunjung website lama ke website anda yang baru.

Dalam contoh ini anda akan mengalihkan ke file home.html :
Di direktori yang ingin anda ijinkan Directory Listing, buat atau buka .htaccess file.
Taruh kode di bawah ini.

Redirect 301 /index.html http://www.namadomainanda.com/home.html

Simpan .htaccess dan upload file .htaccess anda bila belum di upload.
Tes hasil kerja anda dengan mengunjungi website anda yaitu http://www.domain.com, bila sukses maka alamat yang tampil akan menjadi http://www.domain.com/home.html dan menampilkan website anda.

10. Mengalihkan Domain yang di Parking ke Domain yang lain
Mempunyai domain yang berlainan atau lebih dari satu untuk website yang sama adalah hal yang biasa. Untuk menambahkan domain-domain tersebut ke dalam website yang sama, banyak orang menggunakan jasa "Parked Domain", di mana ketika seseorang mengunjungi domain tersebut akan langsung membuka website yang sama. Namun bagaimanapun juga dari sisi search engine optimisation, hal ini bukanlah hal terbaik yang harus di lakukan.

Dengan search engine seperti Google sebagai contoh, anda dapat kehilangan status ranking dari website karena memiliki tampilan yang sama untuk beberapa domain yang berbeda. Ketika Google mencari dan melihat website anda memiliki isi yang sama dengan domain yang berbeda, maka Google akan menghitungnya sebagai penjiplakan content atau isi website dan otomatis akan menurunkan status ranking. Semakin banyak Domain Parking yang dimiliki, semakin besar pengaruhnya ke ranking yang anda miliki.

Jika anda menaruh website anda di server yang menggunakan Apache, efek negatif dari Domain Parking dapat dihindari dengan menggunakan fungsi mod_rewrite. Bonus dari menggunakan metode ini adalah pengalihan yang dilakukan juga memberi tahu search engine bahwa tampilan yang sama yang berada di domain parking telah di pindahkan ke website dan tidak menghilang.
Ini berarti tidak akan terkena resiko kehilangan status ranking.

Untuk melakukan metode redirect ini, taruh kode di bawah ini di dalam .htaccess file Anda :

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.parkeddomain.com
RewriteRule ^(.*)$ http://maindomain.com/$1 [R=301,L]

Jika anda memiliki Domain Parking lebih dari satu atau ingin menghilangkan "www." dari domain anda, anda hanya perlu mengulang baris "RewriteCond" untuk setiap domain parking yang anda miliki dan tanpa www.

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.parkeddomain1.com [OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^parkeddomain1.com [OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www.parkeddomain2.com [OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^parkeddomain2.com
RewriteRule ^(.*)$ http://maindomain.com/$1 [R=301,L]

11. Pengaturan permalink,
Supaya dapat melakukan pengaturan pada permalink kita biar lebih SEO friendly kita dapat menambahkan kode berikut ini di file .htaccess:

RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]

12. Mencegah Hot Linking dan Bandwidth Leeching
Untuk mencegah orang lain melink secara langsung ke direktori image atau file anda dari website mereka sehingga mencuri bandwidth Anda, maka gunakan:

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?domain.com/.*$ [NC]
RewriteRule \.(gif|jpg|png)$ – [F]

Perintah tersebut akan membuat direktori image hanya bisa diakses bila user sedang mengakses http://www.domain.com. Anda jugabisa membuat sebuah gambar bila direktori image Anda dilink. Contohnya image jangan.gif yang bertuliskan: “Bilang dulu kepada yang punya jika mau ngambil.... kunjungi http://www.domain.com/image/ok.gif untuk melihat gambar yang kami miliki”, maka gunakan perintah:

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?domainanda.com/.*$ [NC]
RewriteRule \.(gif|jpg|png)$ http://www.domain.com/image/ok.gif [R,L]

13. Melindungi file wp-comment-post.php dan wp-confiq.php
Melindungi wp-comment-post.php dari spam Walaupun ada Akismet, tapi mungkin perlu juga Anda melindungi blog Anda dari serangan spambot yang mencoba mengirim komentar spam langsung melalui wp-comment-post.php tanpa mengakses blog kita. Berikut baris perintah yang perlu di sertakan di dalam file .htaccess:

RewriteEngine On
RewriteCond %{REQUEST_METHOD} POST
RewriteCond %{REQUEST_URI} .wp-comments-post\.php*
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !.*domain.com.* [OR]
RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^$
RewriteRule (.*) ^http://%{REMOTE_ADDR}/$ [R=301,L]

Sedangkan untuk melindungi file wp-config.php yang berisi informasi nama database, username database, dan password database, ditambahkan baris berintah seperti di bawah ini:

# protect wpconfig.php order allow,deny deny from all


14. Mengkonversi eksekusi file HTML ke PHP
Anda memiliki website HTML statis. Namun bagaimana jika suatu ketika anda ingin menjalankan kode PHP pada halaman HTML tersebut? Anda bisa menambahkan sebaris kode berikut.

AddHandler application/x-httpd-php .html

15. Mengakali query string
Website lain kemungkinan ada yang memasang link yang mengarah ke website anda dengan menambahkan query string. Contohnya http://www.domain.com/index.php?source=def.com. Query string dapat menciptakan masalah duplikasi konten pada website yang akan merugikan usaha SEO. Untuk menanggulanginya, bisa ditambahkan sebaris kode seperti berikut pada file .htaccess:
RewriteCond %{QUERY_STRING} ^source= RewriteRule (.*) /$1? [R=301,L]

16. Modifikasi URL dengan mod_rewrite
Jika ingin mengubah URL dinamis seperti http://www.domain.com/product.php?id=20 menjadi URL yang lebih statis & user friendly seperti http://www.domain.com/product/20. Maka bisa ditambahkan baris perintah seperti berikut ini pada file .htaccess:

RewriteEngine on
RewriteRule ^product/([^/\.]+)/?$ product.php?id=$1 [L]


17. Change Default Home Page
Maksudnya adalah file .htaccess dapat digunakan untuk mengubah nama default halaman home / halaman depan website. Agar pengunjung dapat mengakses website hanya dengan nama domain saja misalnya http://www.domain.com tanpa harus menuliskan nama file secara jelas seperti http://www.domain.com/file.html , maka harus ada file index di root direktori. Nama file yang dapat diterima antara lain index.html, index.htm, index.cgi, index.php dan lain-lain. Pastikan bahwa file itu bernama index.*

Ada tingkatan dalam pemberian nama file tersebut. Jika kita punya file index.cgi dan index.html di direktori root maka file yang di proses oleh server adalah file index.cgi, karena cgi tingkatannya lebih tinggi daripada html. Dengan file .htaccess kita dapat mendefinisikan file index tambahan atau dapat juga mengubah urutan tingkatannya. Untuk mendefinisikan home.html sebagai halaman index, maka dapat ditambahkan kode perintah di dalam file .htaccess seperti berikut:

DirectoryIndex home.html

Hal ini akan memerintah server mencari file bernama home.html, jika server menemukan maka server akan menampilkannya. Tetapi jika tidak maka server akan menampilkan halaman error 404.

18. Override SSI Setting
Secara default hanya halaman web yang memiliki extensi .shtml yang dapat menjalankan server-side termasuk SSI di server. Dengan menggunakan file .htaccess kita dapat mengubah setting default tersebut supaya SSI dapat bekerja dengan format html. Untuk mengubah settingan itu diperlukan kode tambahan yang ditaruh di dalam file .htaccess sebagai berikut:

AddType text/html .html
AddHandler server-parsed .html

Jika kita ingin halaman yang berekstensi .htm dan .html untuk dapat menjalankan SSI, maka file .htaccess dapat ditambahkan kode berikut ini :

AddType text/html .html
AddHandler server-parsed .html
AddHandler server-parsed .htm

19. Prevent Viewing of File .htaccess or Other File
Untuk mencegah user mengakses file .htaccess, ketikkan perintah berikut ini:

order allow, deny deny from all

Author: emstwo
Sumber: http://webtolearning.blogspot.com/2012/0...-file.html

Sabtu, 20 Desember 2014

Tabel Konversi Nilai Kurikulum 2013

Seperti yang telah dipaparkan di permendikbud nomor 81 A (lampitan IV) bahwa nilai pada LCK (Laporan Capaian Kompetensi) pada kurikulum 2013 dinyatakan dalam skala 4, yaitu dari 1 hingga 4 dalam bentuk kelipatan 0,33, seperti di bawah ini
k1
Namun yang jadi masalah tidak ada petunjuk jelas bagaimana cara mengkonversi dari nilai skala 100 ke nilai skala 4. Akibatnya muncul berbagai macam tabel konversi di berbagai pelatihan kurikulum 2013, seperti contoh di bawah ini:
k2
Tabel konversi tersebut didapat ketika bimtek wakakur. Ini file lengkapnya.
Selain itu juga muncul tabel konversi seperti di bawah ini:
K3
Tabel tersebut didapat dari pelatihan guru pendamping kurikulum 2013. Ini file lengkapnya

Berikut tabel nilai menurut permendikbud 104 tahun 2014.
KONVERSI

Membuat Nilai 1 – 4 Yang Benar Pada Kurikulum 2013

Sistem penilaian kurikulum 2013 diatur pada permendikbud nomor 104 tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pada halaman 22 lampiran permendikbud nomor 104 tahun 2014 dinyatakan sebagai berikut: “Kurikulum 2013 menggunakan skala skor penilaian 4,00 – 1,00 dalam menyekor pekerjaan peserta didik untuk setiap kegiatan penilaian (ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, tugas-tugas, ujian sekolah)”
Dengan demikian pada ulangan harian kita tidak boleh lagi memberikan nilai 75 atau 90 misalnya, tetapi nilai yang harus diberikan adalah 3,75 atau 2,95 (misalnya).
Lantas bagaimana cara membuat nilai 1 – 4 yang benar? Ada 2 hal yang akan kita bahas untuk membuat nilai 1 – 4, yaitu mengkorversi nilai 0 – 100 menjadi 1 – 4 dan membuat nilai langsung 1 – 4 dari hasil ulangan.

1. Mengkonversi Nilai 0 – 100 ke 1 – 4.

Permendikbud nomor 104 tahun 2014 baru diterbitkan sekitar awal november 2014, walaupun permendikbud tersebut ditandatangani 3 Oktober 2014, sehingga nilai yang dibuat oleh guru-guru masih dalam 0 – 100, bukan 1 – 4, sehingga untuk menjadikan nilai 1 – 4 maka diperlukan konversi.
Rumus konversi yang saat ini dipakai adalah sebagai berikut:

M = (N/100) X 4 atau M = N/25. M adalah nilai 1 – 4 sedangkan N adalah nilai 0 – 100.

Misal nilai 90 dikonversi menjadi 90/25 = 3,60.
Ternyata rumus konversi itu kurang tepat, bila tidak boleh dikatakan salah. Yang perlu kita perhatikan bahwa 0 – 100 dikonversi menjadi 1 – 4 bukan dikonversi menjadi 0 – 4. Untuk mengkonversi nilai 0 – 100 menjadi 1 -4 (bukan 0 - 4 lo) ada baiknya kita pelajari lagi bagaimana mengkonversikan suhu dalam derajat Celcius menjadi suhu dalam derajat Fahrenheit.
Dalam skala celcius titik beku air 0C sedangkan titik didih air adalah 100oC. Sedangkan dalam skala fahrenheit, titk beku air adalah  32oF sedangkan titik didih air adalah 212oF.
Itu artinya 0 ekuivalen dengan 32 sedangkan 100 ekuivalen dengan 212,
Selisih titik didih dan titik beku air dalam skala celcius adalah 100 derajat, sedangkan selisih titik didih dan titik beku air dalam skala fahrenheit adalah 180 derajat. Sehingga untuk mengkonversi suhu skala celcius ke skala fahrenheit adalah sebagai berikut:
F = (180/100) x C + 32 atau F = (9/5) x C + 32, F adalah suhu dalam fahrenheit sedangkan C adalah suhu dalam skala celcius.
Misal C = 40 maka F = (9/5) x 40 + 32 = 72 + 32 = 104. Jadi 40C = 104F.
Dengan analogi konversi suhu di atas marilah kita cari rumus konversi dari 0 – 100 menjadi 1 – 4
Selisih 0 dan 100 adalah 100, sedangkan selisih 1 dan 4 adalah 3, sehingga rumus konversinya adalah sebagai berikut:
M = (3/100) x N + 1, M adalah nilai 1 – 4 dan N adalah nilai 0 – 100.
Contoh N = 50, maka M = (3/100) x 50 + 1 = 1,5 + 1 = 2,5.
Untuk memperkuat pemahaman kita mengenai konversi ini, marilah kita perhatikan bagaimana rumus konversi skala celcius ke skala reamur.
Dalam skala celcius titik beku air 0C sedangkan titik didih air adalah 100oC. Sedangkan dalam skala reamur, titk beku air adalah 0oR sedangkan titik didih air adalah 80oR.
Itu artinya 0 ekuivalen dengan 0 sedangkan 100 ekuivalen dengan 80
Selisih titik didih dan titik beku air dalam skala celcius adalah 100 derajat, sedangkan selisih titik didih dan titik beku air dalam skala reamur adalah 80 derajat. Sehingga untuk mengkonversi suhu skala celcius ke skala reamur adalah sebagai berikut:
R = (80/100) x C  atau R = (4/5) x C, R adalah suhu dalam Reamur sedangkan C adalah suhu dalam skala celcius. Rumus konversi ini berbeda dengan Celicius ke Fahrenheit, yaitu TIDAK ADA PENAMBAHAN 32, karena Celcius dan Reamur sama-sama “berangkat” dari 0, Sedangkan Celcius dan Fahrenheit berbeda, Celcius “berangkat” dari 0 sedangkan Fahrenheit “berangkat” dari 32, sehingga perlu “penambahan” 32.
Sekarang perhatikan lagi rumus konnversi nilai 0 – 100 menjadi 1 – 4 ada “penambahan” 1, itu dikarenakan 0 – 100 “berangkat” dari 0 sedangkan 1 – 4 berangkat dari 1. Artinya bila ada 10 soal seorang siswa tidak dapat menjawab sama sekali maka nilainya bukan 0 untuk skala 0 – 100, tapi dapat 1 untuk skala 1 – 4.
Bila 0 – 100 dikonversi menjadi 0 – 4 maka benar bahwa rumus konversi yang dipakai M = N/25, seperti halnya rumus konversi Celcius ke Reamur. Tetapi nilai yang dipakai pada kurikulum 2013 bukan 0 – 4 tetapi 1 – 4, sehingga rumus konversinya adalah M = (3/100) x N + 1.

Masih Belum Yakin Bahwa M = N/25 Itu Salah?

Oke. Misal nilai 50 kita konversi ke skala 1 – 4 dengan menggunakan rumus M = N/25 maka didapat M = 50/25 = 2. Nilai 50 itu adalah NILAI TENGAH pada skala 0 – 100. Dengan demikian bila dikonversikan ke skala 1 – 4 seharusnya posisinya juga harus di TENGAH. Coba kita lihat skema di bawah ini, apakah 2 berada di TENGAH?
tengah
Ternyata 2 tidak berada di TENGAH. Mengapa? Karena 1 – 4 itu berangkatnya dari 1, berbeda bila kita konversi menjadi 0 – 4 maka 2 itu posisinya di TENGAH, seperti gambar di bawah ini.
tengah2
Jadi untuk skala 1 – 4 posisi TENGAH adalah 2,5. hal ini diperoleh dari M = (3/100) x 50 + 1 = 2,5

2. Membuat Nilai Langsung 1 – 4 Dari Hasil Ulangan.

Analogi dengan konversi 0 – 100 menjadi 1 – 4 maka rumus membuat nilai 1 – 4 dari hasil ulangan adalah sebagai berikut:
N = (S/S maks) x 3 + 1
Misal skor maksimal 30, seorang siswa dapat skor 25 maka nilainya adalah N = (25/30) x 3 + 1  = 3,5
Mudah kan tidak ribet :)

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada Mendikbud yang baru, semoga ulasan ini bisa menjadi inspirasi yang baik untuk penyempurnaan penilaian pada kurikulum 2013.

Rabu, 10 Desember 2014

Pencairan Tunjangan Guru Triwulan IV 2014


Info PTK - Pencairan Tunjangan Guru Triwulan IV merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para PTK, menurut informasi yang didapatkan untuk pencairan tunjangan Profesi, Fungsional, Tunjangan khusus dan tunjangan lainnya triwulan IV (4), akan dicairkan pada pertengahan bulan Desember 2014 sekarang.

Info PTK - Pencairan Tunjangan Guru Triwulan IV 2014

Penerima Tunjangan Triwulan IV

Siapa saja guru yang berhak menerima tunjangan Triwulan IV tahun 2014 sekarang ini ? PTK/Guru yang telah menerima SK penerbitan pada bulan Juni, Maret dan September 2014 (Periode Oktober - Desember), bagi Guru yang belum menerima pencairan untuk Triwulan III karena tertunda (periode Juli, Agustus, September) maka akan dibayarkan pada akhir bulan Desember 2014.

Teknis Pembayaran Tunjangan Guru (PTK)

Pemerintah Daerah akan melaksanakan pembayaran Tunjangan Profesi ( TPP ) langsung ke rekening masing-masing Guru Paling lambat Akhir bulan Desember 2014 , berdasarkan susunan rencana TPP Triwulan IV akan di cairkan tanggal 1-15 Desember 2014.

Adanya sedikit kendala mengenai keterlambatan pembayaran tunjangan sebelumnya, hal tersebut dikarenakan ada kegiatan pemindah Bukuan dari rekening daerah ke Rekening Kas Daerah.Berdasarkan Jadwal Kegiatannya,  Pencairan Tunjangan Profesi Triwulan IV ke rekening kas Daerah paling lambat minggu terakhir bulan Nopember 2014. Maka bisa disimpulkan, nanti semua keputusan pencairan ataupun berupa keterlambatan tergantung kepada pimpinan daerahnya masing-masing.

Alamat Cek Lembar Info PTK

Untuk melakukan cek lembar Info PTK, seperti biasa anda bisa melihatnya melalui alamat seperti yang tertulis di bawah ini :
cek tunjangan guru triwulan iv tahun 2014
cek tunjangan guru triwulan iv tahun 2014

Alamat Cek Lembar PTK - Tunjangan Guru 

  1. http://223.27.144.195:8081/index.php?ref=3
  2. http://223.27.144.195:8082/index.php?ref=3
  3. http://223.27.144.195:8083/index.php?ref=3
  4. http://223.27.144.195:8084/index.php?ref=3
  5. http://223.27.144.195:8085/index.php?ref=3
  6. http://223.27.144.195:8086/index.php?ref=3
  7. http://223.27.144.195:8087/index.php?ref=3
  8. http://223.27.144.195:8088/index.php?ref=3
  9. http://223.27.144.195:8089/index.php?ref=3

Untuk panduannya silahkan lihat pada artikel CARA CEK TUNJANGAN GURU / PTK / SKTP TERBARU TAHUN 2014, semoga informasi mengenai Info PTK - Pencairan Tunjangan Guru Triwulan IV 2014 bisa menjadi salah satu untuk mengetahui pencairan Tunjangan terbaru Triwulan IV di akhir tahun 2014 ini.

Kamis, 27 November 2014

Program Penilaian Kurikulum 2013

Tampilan Program Penilaian Kurikulum 2013.
Tampilan halaman utama













Halaman daftar hadir siswa












Halaman rekap nilai

Unduh programnya disini

Minggu, 30 Desember 2012

SKB 5 Menteri

SK Lima Menteri Menghebokan Dunia Pendidikan
Surat Keputusan Bersama Lima Menteri (Menteri Pendidikan Nasional, Meneg PAN dan Reformasi Birokrasi, Mendagri, Menteri Keuangan, dan Menteri Agama), NOMOR 05/X/PB/2011, NOMOR SPB/03/M.PAN-RB/10/2011, NOMOR 48 Tahun 2011, NOMOR 158/PMK.01/2011, dan NOMOR 11 Tahun 2011, Tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri Sipil, merupakan lonceng kematian bagi para Guru Tidak Tetap (GTT), khususnya yang mengabdi di sekolah-sekolah negeri. Peraturan Bersama Lima Menteri ini menegaskan (kembali) kewajiban guru PNS untuk mengajar di depan kelas minimal 24 jam per minggu.
Latar belakang SK
Menurut Menteri Kemendikbud, Mohammad Nuh, Kondisi guru di Indonesia ini sejatinya mencukupi. Tapi gara-gara ada ketimpangan distribusi, maka ada sekolah tertentu di daerah tertentu kekurangan guru. Bahkan, ada mata pelajaran tertentu di sekolah tertentu, yang juga kekurangan guru. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim menjelaskan, SKB lima menteri juga dibuat untuk menjawab keluhan dan permasalahan terkait distribusi guru. Sebab, di beberapa daerah seringkali ditemukan jumlah guru yang melebihi kebutuhan, sedangkan di daerah lainnya justru kekurangan guru.
Roh atau semangat dari dalam SKB itu adalah untuk menarik seluruh urusan tata kelola guru yang ditangani oleh pemerintah kabupaten/kota menjadi wewenang propinsi dan pusat. Dengan diterbitkan SKB tersebut diharapkan pengelolaan guru menjadi lebih baik sehingga dunia pendidikan negeri ini akan mampu melahirkan generasi yang baik, generasi yang beriman dan berakhlak shaleh.
Tujuan SK
Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim, SKB lima menteri dirumuskan untuk peningkatan mutu pendidikan di seluruh Indonesia dengan menarik kembali urusan guru dari kabupaten/kota ke provinsi dan pusat. Dengan adanya SKB lima menteri, kami mempunyai otoritas untuk mendistribusikan guru.
Sesungguhnya, SKB ini sangat positif karena memungkinkan mobilitas guru menjadi meningkat, khususnya ketika ingin memenuhi syarat minimal 24 jam mengajar dalam seminggu untuk mendapatkan tunjangan profesi.
Sebelumnya kewajiban mengajar minimal 24 jam per minggu di depan kelas bagi guru PNS telah dilaksanakan, namun dalam praktiknya banyak sekolah yang mengembangkan struktur program kurikulum maksimal. Struktur program kurikulum maksimal ini selain untuk meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus untuk menambah jam pelajaran sehingga kewajiban mengajar minimal 24 jam dapat terpenuhi. Berdasar Surat Keputusan Bersama Lima Menteri ini, sekolah harus melakukan penghitungan beban mengajar dengan struktur kurikulum minimal. Konsewkensinya sebagian guru PNS tidak mampu memenuhi kewajiban mengajar 24 jam.
Efektivitas Pelaksanaan SK
Menurut Menteri Kemendikbud Mohmmad Nuh, untuk realisasi SKB lima Menteri ini ditentukan oleh peran aktif dinas pendidikan di daerah  dalam mengolah data guru. Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) Sumut, Edward Sinaga mengatakan ”Biarlah ada SKB lima menteri itu, asalkan tetap ada perpanjangan tangan. Perpanjangan tangan itulah provinsi yang nantinya menentukan dan menetapkan dimana guru-guru itu bertugas nantinya. Pemerintah provinsi masih terus melakukan pendataan guru-guru di kabupaten/kota untuk mengetahui jumlah guru di kab/kota untuk dilakukan penyesuaian. Diharapkan akhir tahun ini sudah selesai pendataan, dan bisa diketahui daerah mana saja yang over guru dan kekurangan guru nantinya untuk dilakukan penataan dan pemerataan sesuai kebutuhan. Pendataan tersebut akan dilaporkan ke pusat. Sehingga, pusat yang akan menempatkan tugas para guru-guru itu.
“Jadi, kedepannya tidak ada lagi wewenang kabupaten/kota untuk mengatur penempatan guru, sehingga penempatan guru-guru khususnya PNS akan merata. Karena sesuai tugas dan kewajibannya, guru PNS itu harus siap ditempatkan dimana saja”.
Subagyo Brotosejati, ketua PGRI Jateng menegaskan, kalau SKB itu mau dilaksanakan dengan efektif dan bermanfaat serta bermartabat, maka harus ada koordinasi dengan pejabat di tingkat kabupaten / kota. ”Harus ada sinergitas yang komprehensif dengan pejabat kabupaten / kota, agar persebaran, pemindahan dan atau mutasi guru benar-benar berdasar kebutuhan, bukan mendasarkan pada like and dislike. Khusus untuk Jawa Tengah, persebaran itu harus benar-benar dipertimbangkan matang-matang, karena 2015 nanti kita menghadapi puncak ledakan guru yang pensiun. Seharusnya mulai sekarang ini, Diknas kabupaten / kota harus mempunyai maping terkait kebutuhan guru di wilayahnya. Jangan sampai di sebuah sekolah guru untuk mapel tertentu menumpuk, sementara di sekolah lain, guru mapel itu tidak ada. Maping itu penting, agar persebaran guru benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat”.
Kendala SK
SKB yang secara prinsip memiliki semangat untuk meretribusi guru yang selama ini penataannya belum berjalan rapi karena banyak daerah yang jumlah gurunya terlalu “kegemukan” namun ada juga daerah yang kekurangan guru alias “krontang”.
Kendalanya adalah otonomi daerah. UU nomer 32 tahun 2004 tentang otonomi daerah juga menjadi salah satu batu sandungan dari pelaksanaan SKB itu. Karena dengan otonomi itu, setiap daerah merasa mempunyai hak untuk terus mengangkat dan mengangkat guru baru dan menempatkannya di sekolah yang diingat tanpa melihat peta persebarannya. Skala kebutuhan akan guru mapel tertentu, terkadang diabaikan, karena Diknas setempat tidak mempunyai akurasi data terkait kebutuhan guru di sebuah sekolah. Selain itu, guru baru juga cenderung ingin ditempatkan di sekolah favorit meski dengan beban jam mengajar yang sedikit. Semuanya itu pastinya terkait dengan materi. Karena di sekolah favorit, kemungkinan untuk mendapatkan bonus dan lainnya, lebih besar dibandingkan kalau misalnya guru baru itu ditempatkan di sekolah pinggiran dengan beban mengajar yang padat tapi minim bonus.
Bisakah SKB itu mempercepat capaian tujuan pendidikan nasional ? Menurut Subagyo Brotosejati ketua PGRI Jawa Tengah, hal itu masih ada tanda tanya besar yang harus dijawab. Karena di lapangan, implementasi SKB itu akan berbenturan dengan ego pejabat birokrat di kabupaten kota yang masih merasa punya hak untuk memindahkan, memutasi dan atau sejenisnya tanpa perlu menjelaskan alasannya. Otonomi daerah menjadikan pejabat birokrat sebagai raja-raja kecil dengan kewenangan besar. Kewenangan wajib bidang pendidikan yang dipunyai daerah, akan menjadi batu sandungan, kalau tidak direvisi. Itu tidak akan menjadi masalah kalau pemda dilibatkan, dengan menyiapkan sebaran dan kebutuhan guru di tiap wilayah secara akurat dan kredibel. Dan itulah yang harus ditata dulu, kalau ingin SKB itu bisa berjalan dengan baik dan sukses serta bermanfaat.
Dampak SK
Lebih jauh dalam Petunjuk Teknis Surat Keputusan Bersama (SKB) ini mengatur, bagi guru yang tidak dapat memenuhi kewajiban mengajar harus mencari sekolah lain, atau alih tempat tugas, baik sesama jenjang, antar jenjang, bahkan antar kabupaten/kota. Dampak lebih jauh, banyak Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengabdi di sekolah negeri terpaksa harus 'dilucuti' jam mengajarnya dan dialihkan kepada guru PNS.
Petunjuk teknis (juknis) surat keputusan bersama (SKB) lima menteri mencantumkan bahwa untuk mengatasi kekurangan jam tatap muka bagi guru maka diatur tiga hal, yakni menentukan jumlah siswa per kelas, membuka kelas baru dengan cara menambah ruang kelas, dan mengizinkan guru untuk mengajar di sekolah lain (sekolah negeri). Mengajar di sekolah lain belum tentu juga efektif karena karena guru yang disana juga kekurangan jam mengajar. Menurut Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia Retno Listyarti, saat ini masih banyak sekolah yang tidak melaksanakan aturan berlaku. Dalam juknis SKB, setiap kelas untuk jenjang SMA seharusnya diisi oleh 20-32 siswa. Pada kenyataannya, aturan itu tidak dijalankan oleh banyak sekolah.
Lihat saja, masih banyak sekolah yang menampung sampai 40 siswa untuk satu kelas. Itu mempengaruhi kesempatan guru memenuhi jumlah mengajarnya.
Hambatan lainnya, kata Retno, adalah kurangnya jumlah ruang kelas. Hal itu terjadi karena banyak sekolah yang menampung siswa lebih dari jumlah yang ditentukan. Agar sesuai aturan, pemerintah perlu menyiapkan dana yang cukup untuk menambah jumlah ruang kelas.
SKB tersebut memperhitungkan jam mengajar dengan pembulatan ke bawah.  Retno mencontohkan, dua jam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn) dikali 18 rombongan belajar sama dengan 36 jam lalu dibagi 24 jam hasilnya 1,5 namun dibulatkan menjadi 1 jam. Artinya sekolah tersebut hanya membutuhkan satu guru yang wajib mengajar 36 jam dengan jumlah murid 720 orang.
Akibat rumus pembulatan tersebut, ujarnya, banyak guru yang tidak memperoleh 24 jam di tempatnya bertugas dan bahkan ada guru yang dianggap hanya mendapat nol jam yang diberikan atas dasar senioritas dan bukan kompetensi atau prestasi.
Untuk mengejar 24 jam maka guru pun diharuskan mengajar di dua atau empat sekolah lain yang jaraknya jauh. Retno mencontohkan, untuk di Jakarta masih mending, namun di daerah mereka membutuhkan waktu dan biaya tinggi untuk mengajar di sekolah lain,”.  Selain itu, perlu dibukanya kesempatan bagi seluruh guru agar bisa memenuhi waktu mengajarnya (minimal 24 jam) di sekolah-sekolah swasta. Menurut Retno, langkah itu dapat dijadikan solusi alternatif untuk mengatasi kesulitan guru memenuhi minimal waktu mengajar dan menghilangkan kesan diskriminasi karena siswa di sekolah swasta memiliki kesempatan diajar oleh guru yang kompeten.
Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti di Jakarta menjelaskan, lebih lanjut mengatakan, sebelum ada SKB itu beban mengajar mata pelajaran tertentu dibagi merata kepada sejumlah guru yang ada di sekolah. Namun, setelah keluarnya aturan itu, setiap guru wajib memiliki beban mengajar minimal 24 jam pelajaran per minggu. Resiko dari aturan ini, beban jam pelajaran untuk beberapa guru akhirnya disunat lalu diberikan kepada guru lainnya. Dari pantauan kami, ada jam guru senior diberikan ke guru juniornya. Kami khawatir bisa menimbulkan konflik sesama guru.  Retno mengatakan, saat ini guru yang telah memiliki beban mengajar 24 jam pelajaran per minggu, cemas dengan keberadaan guru-guru yang beban jam mengajarnya belum genap. Mereka bisa sinis, karena takut jam mengajarnya diambil guru lain. Di sisi lain, Retno mengatakan guru yang belum genap beban jam mengajarnya, berlarian mencari sekolah negeri lain untuk menggenapi aturan beban mengajar tadi.
Tenaga honorer pun berpotensi dipecat dari sekolah negeri. Pasalnya, untuk mencapai target 24 jam mengajar maka sekolah negeri memprioritaskan guru PNS untuk mencari tambahan jam mengajar di sekolahnya. Namun guru honorer yang mengajar Bahasa Jepang, Jerman dan Komputer masih aman karena tidak banyak guru PNS yang mempunyai kemampuan itu. Namun guru honorer dibidang Kimia, Fisika dan Biologi akan terancam dipecat.
Mendikbud Mohammad Nuh mengharapkan agar para guru tetap fokus dalam mengajar di sekolah jangan seperti tukang dagang yang keliling dari tempat satu ke tempat yang lain menjajakan dagangannya. Jika hal ini yang terjadi maka konsentrasi guru untuk mengajar terpecah karena harus disibukan dengan mencari sekolah lain agar bisa memenuhi beban mengajar. Ia meminta kepada dinas pendidikan daerah agar berperan aktif agar bisa membantu persoalan pemenuhan beban kerja ini.
SKB lima menteri tentang guru yang diterbitkan untuk menata guru ternyata membuat guru kocar-kacir alias ngibrit.
Sanksi Jika Tidak Melaksanakan
Dalam SKB tersebut memerintahkan kepada bupati atau wali kota untuk melaksanakan penataan dan pemerataan guru di setiap jenjang pendidikan. Selambat-lambatnya Januari 2012 hal tersebut sudah rampung di kabupaten. Sebab pada Maret, gubernur harus sudah menyampaikan usul tersebut ke lima kementerian terkait.
“Bagi bupati atau wali kota yang tidak melaksanakan akan diberikan sanksi oleh kementerian terkait, Bagi bupati atau wali kota yang tidak menjalankannya, Kementerian Dalam Negeri akan mengurangi nilai kinerja bupati atau wali kota. Kementerian Keuangan akan mengurangi bantuan dana perimbangan. Sedangkan Kementerian Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberi sanksi berupa tidak akan memberikan formasi PNS guru kepada daerah yang tidak melaksanakannya. Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengurangi bantuan dana ke sekolah.
SKB ini berisi kesepakatan kerja sama dan bentuk dukungan dalam hal pemantauan, evaluasi, dan kebijakan penataan serta pemerataan guru secara nasional. Akan tetapi, pada pelaksanaannya dinilai banyak dampak negatif yang muncul. Di antaranya ancaman mutasi secara besar-besaran dan tersingkirnya guru PNS yunior dan guru honorer dari sekolah negeri.
Bagi guru PNS juga terancam tidak mendapat tunjangan sertifikasi karena hanya diperbolehkan menutupi kekurangan jam mengajarnya di sekolah negeri saja. Padahal selama ini banyak guru PNS yang mengajar di sekolah swasta miskin tanpa dibayar untuk mengejar target 24 jam. “Bagi mereka lebih baik tidak mengejar 24 jam untuk mendapatkan tunjangan karena biaya mengajar ke sekolah lain lebih tinggi daripada nominal tunjangan yang didapat
Kesimpulan
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri tentang penataan dan pendistribusian guru menimbulkan banyak permasalahan. Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti mengatakan, dalam implementasinya, SKB tersebut menimbulkan kekacauan, ketidakharmonisan di antara guru dan banyak guru kehilangan pekerjaan serta terancam dicabut tunjangan sertifikasinya
Jadi Dunia pendidikan Kini cukup dihebohkan adanya SKB 5 Menteri mengenai pemerataan jam mengajar dan efisiensi waktu guru dalam mengajar. Banyak guru yang Resah dengan kebijakan ini. Karena tuntutan mengajar minimal 24 jam dalam seminggu. Beberapa hal yang membuat guru galau:
1.   Kekurangan jam mengajar
Ketika SKB tersebut diberlakukan maka banyak guru yang kekurangan jam mengajar untuk memenuhi target peraturan 24 jam
2. Terancamnya tunjangan profesi
Kini sudah banyak guru yang menikmati tunjangan sertifikasi dengan tuntutan minimal 24 jam. Ketika jam tersebut tidak dipenuhi maka tunjangan tersebut akan dicabut.
3.  Mengancam guru dan Sekolah swasta
Guru swasta yang telah mengajar biasanya posisinya akan terancam oleh guru negeri yang mencari jam di sekolah swasta. Konflik yang terjadi adalah guru swasta jamnya digusur oleh guru negeri tersebut.
Sekolah swasta yang mendapatkan sebagian besar gurunya PNS terancam keberadaannya karena guru PNS kemungkinan besar ditarik ke sekolah negeri demi mentaati SKB Lima menteri tersebut.
4.  Tidak konsen mengajar
Ketika terlalu berat tuntutan yang diberikan maka peserta didik yang menjadi korban, karena guru juga memiliki tugas yang lain selain mengajar. Misalnya analisis soal, bimbingan siswa dan tugas administrasi yang lain.
5.  Hilangnya budaya ilmiah
Dengan banyaknya jam mengajar yang harus dipenuhi akan menyebabkan hilangnya waktu bagi para guru untuk membaca dan menulis
Sumber : Dari berbagai sumber